Diterbitkan 23 Oktober 2026 · Oleh Tim ASEAN Estates
Informasi per Oktober 2026. Batas penghasilan, harga rumah dan kuota subsidi berubah dari waktu ke waktu; periksa BP Tapera atau bank penyalur.
Perbedaan singkat
| KPR subsidi (FLPP) | KPR komersial | |
|---|---|---|
| Bunga | 5% tetap (fixed) sampai akhir tenor untuk rumah tapak, menurut pernyataan Menteri PKP (19 Juni 2026) | Ditentukan masing-masing bank; fixed, floating atau kombinasi |
| Siapa yang boleh | WNI, belum pernah menerima bantuan perumahan pemerintah, tidak memiliki rumah, berstatus belum menikah atau pasangan suami istri, dan penghasilan tidak melebihi batas MBR menurut zona | Umumnya siapa pun yang memenuhi syarat bank |
| Tenor | Pemerintah menyediakan opsi hingga maksimal 40 tahun (opsi, bukan kewajiban) | Mengikuti kebijakan bank |
| Uang muka | Disebut ringan; angka pasti perlu dicek ke bank penyalur | Mengikuti kebijakan bank |
| Harga rumah | Dibatasi pemerintah menurut zona | Tidak dibatasi program |
Kondisi terbaru
- Pemerintah menyatakan bunga KPR subsidi rumah tapak tetap 5% fixed meski BI Rate naik menjadi 5,75%.
- Menurut Viva (11 September 2026), realisasi KPR FLPP mencapai 147.871 unit senilai sekitar Rp18,4 triliun hingga 10 September 2026, dari target 350.000 unit untuk 2026.
Bagaimana memilih?
- Jika Anda memenuhi syarat dan ada rumah subsidi yang sesuai kebutuhan, bunga 5% fixed memberi kepastian cicilan. Cek ketersediaan unit dan kuota ke bank penyalur atau developer rumah subsidi.
- Jika tidak memenuhi syarat, atau mencari rumah di luar batas harga subsidi, pilih KPR komersial dan bandingkan beberapa bank: jenis bunga, lama masa fixed, dan total biaya.
- Hitung cicilan dengan simulasi KPR, dan baca panduan KPR di Medan.
Rumah di situs ini umumnya non-subsidi. Cari berdasarkan budget dengan pencarian sesuai budget.
Sumber
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum atau keuangan. Ketentuan dan data dapat berubah; periksa sumber resmi.

Join The Discussion